Sabtu, 10 November 2012

Konspirasi Amerika Terhadap Perang Dunia II



Teori Konspirasi Amerika Dalam Perang Dunia II

Para bankir internasional mendapatan keuntungan besar dalam PDI, tapi masih ada peristiwa lain yang dimanfaatkan oleh para bankir ini.

Pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang menyerang Pearl Harbour, yang membuat Amerika ikut terlibat dalam peperangan. President Franklin D Roosevelt mengumumkan serangan pada hari itu dikenang sebagai “ Sebuah hari keji yang akan dikenang”. Benar sebuah hari yang keji, akan tetapi bukan karena serangan mendadak terhadap Pearl Harbour.Setelah selama 60 tahun menggali informasi, dapat dipastikan bahwa bukan saja rencana serangan terhadap Pearl Harbour telah diketahui 1 minggu sebelumnya, kejadian itu diharapkan terjadi dan sengaja diprovokasi. 

Franklin D Roosevelt

Presiden Roosevelt, yang keluarganya merupakan anggota kelompok bankir New York sejak abad ke-18, pamannya bernama Fedrik, merupakan pendiri awal Federal Reserve, Sangat bersimpati terhadap keinginan para bankir internasional yaitu agar Amerika memasuki peperangan, dan sebagaimana telah kita saksikan, tidak ada hal yang lebih menguntungkan bagi klompok bankir internasional, selain perang.

Dalam sebuah catatan jurnal yang dibuat oleh Menteri Angkatan Perang Roosevelt, Henry Stimson tertanggal 25 November 1941, ia mendokumentasikan percakapan yang ia lakukan dengan Roosevelt: “Pertanyaannya adalah bagaimana cara membuat pihak Jepang agar menyerang terlebih dahulu... Hal itu memang diharapkan agar terlebih dahulu dilakukan oleh pihak Jepang sehingga tidak ada sedikitpun keraguan atas siapa yang menjadi pihak agresor.”

Beberapa bulan sebelum terjadinya serangan terhadap Pearl Harbour, Roosevelt melakukan segala hal yang bisa memicu amarah pihak Jepang, dengan menunjukan kebijakan-kebijakan yang agresif. Ia menghentikan semua impor minyak Jepang dari perusahaan Minyak Amerika. Ia membekukan semua aset milik Jepang di Amerika, ia memberi pinjaman secara terbuka pada kelompok Nasionalis China serta menyuplai persenjataan kepada Inggris dan keduanya merupakan musuh Jepang di perang, yang sekaligus juga berarti melanggar hukum internasionla yang mengatur perang.

Dan pada tanggal 4 Desember, 3 hari sebelum penyerangan, pihak intelijen Australia memberitahukan kepada Roosevelt mengenai pergerakan armada Jepang yang menuju Pearl Harbour. Roosevelt tidak menghiraukannya.

Serangan udara Jepang yang menghancurkan
kapal perang Amerika di Pearl Harbour
Jadi, sebagaimana yang diharapkan serta dibiarkan terjadi, pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang menyerang Pearl Harbour yang menewaskan 2400 orang tentara. Sebelum kejadian Pearl Harbour, 83% masyarakat Amerika tidak menginginkan Amerika terlibat dalam perang. Setelah kejadian Pearl Harbour, 1 juta orang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan perang.

Peristiwa Pearl Harbour






Perlu dicatat, bahwa perang yang dilancarkan oleh Nazi Jerman, mendapat dukungan yang besar dari dua organisasi, salah satunya bernama I.G. Farben yang memproduksi 84% dari bahan peledak yang digunakan Jerman, bahkan hingga bahan kimia Zyklon B- yang digunakan di kamp konsentrasi mereka untuk membunuh jutaan orang. Salah satu rekan bisnis terselubung dari I.G. Farben adalah Standard Oil Company milik J.D. Rockefeller di Amerika. Bahkan sebenarnya armada udara Jerman tidak akan bisa beroperasi, tanpa bahan adiktif khusus yang disuplai oleh perusahaan Standard Oil milik Rockefeller. Peristiwa drastis pemboman kota London oleh pihak Jerman misalnya, hanya dimungkinkan setelah terjadi transaksi penjualan bahan bakar sebesar 20 juta dolar kepada pihak I.G. Farben oleh perusahaan Standard Oil milik Rockfeller. Ini hanyalah sebuah contoh kecil mengenai bagaimana bisnis Amerika membiayai kedua belah pihak yang bertikai dalam Perang Dunia ke-2.

Sebuah organisasi busuk lain yang patut untuk disebutkan adalah Union Banking Corporation di New York. Organisasi ini tidak hanya membiayai banyak aspek sehingga Hitler kemudian berkuasa lengkap dengan berbagai peralatan perang yang ia gunakan, melainkan juga merupakan tempat pencucian uang bagi NAZI, yang kemudian diketahui menyimpan jutaan dolar milik NAZI pada ruang penyimpanannya.

Prescott Bush


Union Banking Corporation of New York akhirnya disita, karena melakukan pelanggaran hukum, yaitu berdagang dengan pihak musuh. Dan coba tebak siapa Direktur dan Wakil Presiden dari Union Bank saat itu. Prescott Bush, kakek dari George W Bush. Ingat hal itu untuk menimbang pandangan moral dan politik dari keluarga Bush. Dan salah satu tujuan politik Bush adalah menggunakan tragedi 11 September yang digunakan untuk mencapai tujuannya.

Union Banking Corporation





(dari berbagai sumber) 

1 komentar:

irma_kepri mengatakan...

keren, butuh referensi bukunya

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management